Sabtu, 21 Desember 2013

khasiat kunyit

Deskripsi Kunyit
            Kunyit (Curcuma Domestica) rimpang atau akar tumbuhan sejenis jahe. Bentuknya seperti tube (pasta gigi) serta warnanya jingga menyolok. Aromanya terasa aneh di hidung dan rasanya getir. Bila di kulum, kunyit akan menimbulkan rasa hangat dalam mulut dan membuat warna ludah berwarna kuning. Kunyit akan mengeluarkan zat-zat kandungannya jika di masukkan ke dalam air atau alkohol.

Komponen Kunyit
Komponen utama kunyit adalah Curcumin yang merupakan zat pewarna alami yang bisa di gunakan untuk membuat nasi kuning (Indonesia). Curkumin ini di peroleh dengan merebus kunyit dalam alkohol, kemudian disaring dan dijemur lagi. Komponen lainnya adalah minyak nabati , zat pewarna coklat, gum , tepung , kalsium klorida dan serat.

Manfaat Kunyit
            Pada umumnya kunyit di gunakan untuk bumbu masak, pewarna masakan , bubuk kare , campuran mustard, penetralisir, penghilang bau amis ikan (laut) dan tambahan untuk makanan ternak.
Selain itu kunyit juga bermanfaat bagi kesehatan manusia yaitu sebagai berikut :
1. Diabetes mellitus : 3 rimpang kunyit di tambah ½ gelas.
2. Usus buntu : Satu rimpang kunyit di parut di campurkan dengan perasan satu jeruk nipis , kemudian campuran tesebut di ambah satu potong gula aren/kelapa dan garam secukupnya, lalu di seduh dengan satu gelas air panas. Disaing dan di minum setiap pagi setelah makan secara teratur.
3. Agar bayi lahir dengan mudah : satu rimpang kunyit di parut ditambahkan pada ½ gelas air hangat , kemudian di peras dan di saring , sebelum di minum ditambahkan satu sendok teh minyak kelapa buatan sendiri dan dilakukan 1x seminggu selama berturut-turut selama 4 minggu setelah kandungan berumur 7 bulan.
4. Menyapih bayi : satu rimpang kunyit dan kapur sirih ditumbuk halus, kemudian di oleskan di seputar buah dada, sedangkan bagian puting nya diolesi dengan pipisan daun pepaya.
5. Dan masih banyak lagi manfaat kunyit untuk kesehatan.
Untuk konsumsi sehari-hari , anda dapat mencampur sesendok bubuk kunyit dengan air atau segelas susu, ingat kunyit mengandung zat pewarna kuning, sehingga kunyit dapat meninggalkan noda kuning pada kulit tubuh anda.


Rabu, 04 Desember 2013

sejarah bahasa indonesia



1. Bahasa-bahasa Austronesia
          Bahasa-bahasa di Nusantara termasuk rumpun bahasa Austronesia. Bahasa Austronesia dipakai oleh penduduk yang mendiami pulau-pulau yang terbentang dari pulau Taiwan (formosa) disebelah utara sampai ke Selandia Baru disebelah selatan, dan dari pulau Madagaskar di sebelah barat sampai Pulau Pas di sebelah timur.
          Bahasa Austronesia dibagi atas dua rumpun yang besar, yaitu:
a.     Bahasa Austronesia disebelah timur
b.    Bahasa Austronesia disebelah barat
Bahasa indonesia sebelah timur di bagi menjadi 3, yaitu:
a.     Bahasa Polinesia
b.    Bahasa Melanesia
c.     Bahasa Mikronesia
Bahasa Austronesia disebelah barat ialah:
1.     Bahasa di Formosa, yaitu:
a.     Bahasa Tavorlang
b.     Bahasa Singkang
2.     Bahasa di Filipina, yaitu:
a.     Bahasa tagalog
b.     Bahasa Ibanak
c.      Bahasa sangir
d.     Bahasa Talaut di Kepulauan Sangir
3.     Bahasa di Nusantara, yaitu:
a.     Di Sumatra yaitu: Bahasa Melayu, Aceh, Batak, Lampung, dan Nias.
b.     Di pulau Jawa dan Madura, yaitu: Bahasa Sunda, Bahasa Madura, dan Bahasa Madura.
c.      Di Bali, Sumbawa, dan Nusa Tenggara, yaitu: Bahasa Bali, Sasak, Sumbawa, roti, dan Timor.
d.     Di kalimantan, yaitu: Bahasa Banjar, dan Bahasa Dayak.
e.     Di Sulawesi, yaitu: Bahasa Tenulu, Tonsea, Tondao, Toraja, Bugis, dan Gorontalo.
f.       Di Maluku, yaitu: Bahasa Aru, Bnda, dan Buru.
2. Perkembangan bahasa melayu menjadi bahasa Indonesia
            Bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu. Bahasa Melayu dipakai oleh sebagian besar penduduk di sebagian besar penduduk pulau Sumatera, Bangka, Riau, Semenanjung Malaka, dan sebagian pesisir Kalimantan. Bahasa Melayu telah berabad-abad dipergunakan terbukti dengan ditemukannya prasasti-prasastinberbahasa melayu kuno bercampur dengan bahasa Sanskerta di daerah-daerah tersebut, di tulis dalam huruf Pallawa. Prasasti-prasasti itu antara lain:
1.     Prasasti Kedukan bukit, bertanda tahun 683 M.
2.     Prasasti Kota Kapur, bertanda tahun 692 M, di temukan di Bangka.
3.     Prasasti Karang Birahi, bertanda tahun 692 M, di temukan di Jambi.
Sebelum masa Penjajahan Belanda di Indonesia, Bahasa Melayu sudah menyebar ke seluruh Nusantara, sebagai bahasa penghubungan antar suku atau lingua franca.
Bahasa  Melayu pada masa penjajahan mempunyai peranan penting, baik dalam pendidikan maupun politik. Pemerintah Belanda selain mendirikan sekolah dengan berbahasa pengantar bahasa Melayu.
Sejak tahun 1900 mulai terbit surat kabar-surat kabar berbahasa melayu, dan perkembangan bahasa melayu pun bertambah maju. Pada tahun 1918 pemerintah Belanda mendirikan taman bacaan rakyat, dengan tujuan mengumpulkan dan menerbitkan bacaan rakyat dalam bahasa Melayu. Pada tahun 1917 badan ini di ubah  namanya menjadi Balai Pustaka.
Dalam bidang politik pun bahasa melayu mempunyai peranan penting. Budi Utomo yang berdiri pada tahun 1908 menggunakan bahasa Melayu, sebagai bahasa pengantar.
Kongres Pemuda Indonesia I pada tahun 1926 bertujuan menyatukan berbagai organisasi pemuda yang ada pada waktu itu. Pada kongres itu, Muhammad Yamin dalam pidatonya menyatakan keyakinannya, bahwab bahasa  Melayu lambat laun akan menjadi Bahasa Persatuan Indonesia.
Pada tahun 1926 itu juga, Yong Java, orgnisasi pemuda terbesar pada waktu itu, menyatakan menerima bahasa melayu sebagai bahasa perhubungan dalam musyawarah-musyawarahannya. Dalam Kongres Pemuda  Indonesia II Yong Sumatera memutuskan memakai bahasa melayu sebagai bahasa persatuan. Akhirnya, pada tanggal 28 Oktober, semua organisasi pemuda, yaitu:
1.     Kami putra putri Indonesia menyatakan bertumpah darah satu tanah air Indonesia
2.     Kami putra putri Indonesia mengaku berbangsa satu, bangsa indonesia
3.     Kami putra putri Indonesia menjungjung bahasa persatuan bahasa Indonesia
Pada bulan Juni tahun 1983 diadakan Kongres Bahasa Indonesia di Solo yang bertujuan membicarakan dasar-dasar bahasa indonesia dan menyederhanakan Fiaan Ch. A. Van Opbuvsen.
4.Peristiwa-peristiwa penting setelah kemerdekaan
            Dengan proklamasi kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945, bahasa Indonesia menjadi Bahasa Negara, sekaligus menjadi bahasa persatuan, bahasa resmi dan bahasa pengantar di sekolah-sekolah seperti tercantum dalam UUD 1945 Bab XV pasal 36.
            Dalam Surat  Keputusan tanggal 19 maret 1947.No.264/Bhg.A, Menteri Pendidikan Pengajaran dan Kebudayaan pada waktu itu. Mr.Soewandi, menetapkan, menyederhanakan ejaan bahasa Indonesia. Ejaan baru itu di sebut Ejaan Suwandi dan Ejaan Republik.
            Kongres Bahasa Indonesia II tahun 1954, di meda, bertujuan menyempurnakan tata bahasa dan ejaan Bahasa Indonesia.
            Pada tanggal 17 Agustus 1972 di tetapkan berlakunya Ejaan Yang Disempurnakan dengan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaaan tanggal 20 Mei 1972, No. 031/A.1/71 dan dinyatakan resmi dipergunakan mulai tanggal 17 Agustus 1972 dengan Surat Keputusan Presiden No.52 tahun 1972.
            Kongres bahasa Indonesia III di Jakarta pada tanggal 28 Oktober 1978 bertujuan memantapkan kedudukan  dan fungsi bahasa Indonesia dalam hubungannya dengan bahasa daerah dan bahasa asing.